Memanfaatkan Keunggulan Investasi Jepang

Teknologi Jepang menjadi salah satu pilihan untuk investasi di Indonesia mengingat keunggulan yang dimiliki dengan kualitas yang lebih baik.
“Investasi Jepang selain menciptakan lapangan kerja juga membangun supplay chain serta transfer teknologi,” ujar Dubes Indonesia untuk Jepang M. Lutfi saat berbicara dengan delegasi media dari Indonesia di Wisma Duta, Minggu (28/10) malam.
Delegasi media Indonesia yang terdiri dari 15 pemimpin redaksi diundang oleh Rachmat Gobel dari Matsushita Gobel Foundation untuk mempelajari energi terbarukan dari Jepang.
Lutfi menjelaskan, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan Jepang mengingat industri dalam negeri mereka dituntut terus melakukan relokasi ke luar negeri karena biaya produksi yang semakin mahal.
Investasi dari Jepang ke Indonesia terus naik, dari US$750 juta pada 2010, menjadi US$1,5 miliar pada 2011 dan tahun ini diperkirakan akan mencapai US$2 miliar, jelas Lutfi.
Di bidang energi, baru-baru ini konsorsium perusahaan Jepang J Power dan Itochu serta perusahaan lokal Adaro memenangi lelang proyek PLTU Jawa Tengah sebesar 2 x 1.000 MW senilai Rp30 triliun.
Konsorsium ini mengalahkan tiga perusahaan lainnya yang memasukkan proposal yaitu konsorsium Marubeni Corporation (Jepang), China Shenhua Energy Company Ltd (China), dan Konsorsium CNTIC-Guandong Yudean (Tiongkok).
Lutfi mengatakan kelebihan teknologi Jepang dibandingkan China selain value chain adalah dalam hal proyek yang memiliki risiko super ekstra kritikal. “China belum punya, sedangkan Jepang sudah punya teknologi semacam itu,” katanya.
Menurut Lutfi, tidak ada salahnya Indonesia membeli teknologi dari Jepang untuk renewable energy. Jepang tercatat sebagai salah satu negara tertua yang memakai sumber energi geothermal.
Begitu pula untuk MRT atau transportasi super cepat, teknologi China jauh lebih murah tetapi keunggulan Jepang ada pada keamanan.
Jepang memiliki teknologi kereta cepat yang disebut kereta peluru atau shinkansen yang mampu menembus kecepatan hingga lebih dari 500 km/jam. Sistem kereta cepat Jepang diyakini jauh lebih aman dan sejak 1960-an belum pernah mengalami kecelakaan.

0 komentar:

Posting Komentar

    ......

LPM Media Sriwijaya

LPM Media Sriwijaya
Sidang Gelar Doktor

LPM Media Sriwijaya

LPM Media Sriwijaya
Promosi Gelar Doktor Bapak Zulkarnain

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21 Dan 22

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21 Dan 22

Pelantikan Angkatan 22

Pelantikan Angkatan 22
Angkatan 21 Dan 22

Video Gallery